expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Bagaimana menjadi developer properti



Apa itu developer properti? adalah pelaku bisnis development atau pengembangan properti.

Bagaimana membangun bisnis pengembangan properti? Baca artikel pendek ini sebagai referensi dalam menjadikan bisnis pengembangan properti Anda berada pada jalan menuju sukses.

Dengan perkembangan pengembangan properti yang terlihat positif selama sepuluh tahun terakhir dan juga program-program serta regulasi progresif pemerintah di bidang perumahan, sekarang bisa jadi waktu yang tepat untuk memulai pembangunan properti bisnis anda

Jika Anda tertarik pula untuk menangkap pasar properti yang meningkat pesat, Lakukan langkah-langkah berikut ini, untuk keberhasilan bisnis pengembangan properti dan untuk meraih peluang investasi yang baik sekarang.

1. Mengembangkan rencana bisnis pengembangan properti
jika Anda berencana memulai bisnis pengembangan properti secara paruh waktu , dan tidak yakin apakah itu akan menjadi bisnis sepenuh waktu atau hanya merupakan alternatif  untuk  menghasilkan uang, maka masuk akal untuk memiliki pengembangan rencana bisnis properti anda. Sebaiknya Anda perlu menetapkan tujuan spesifik dan menargetkan tentang apa yang ingin Anda capai dari usaha properti Anda, serta rencana setahap demi setahap bagaimana Anda akan mencapai tujuan Anda.

2. Membeli properti untuk invest atau membeli dan menjual properti
Anda harus menentukan dan menetapkan rencana strategi bisnis Anda, apakah Anda akan membeli properti untuk invest/disewakan? atau membeli properti untuk dijual? 

A. Membeli untuk invest adalah strategi jangka panjang, dan memungkinkan Anda untuk membangun sebuah aset properti disewakan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, atau bahkan pada akhirnya bisa menggantikan gaji/penghasilan tetap Anda saat ini.  Anda dapat membeli atau membangun rumah, rumah kost, apartemen, ruko, gedung dsb. untuk di sewakan, sehingga asset dan income anda meningkat. 

B. Membeli properti untuk dijual adalah strategi jangka pendek untuk cepat meningkatkan modal Anda. Anda jauh lebih tergantung pada kondisi pasar dan hal ini tentunya lebih berisiko meskipun tidak menawarkan investasi kembali lebih mudah. Namun modal anda bisa berkembang jauh lebih cepat, jika situasi pasar menguntungkan. 

3. Selalu memperhitungkan dan menabung uang hasil sewa dan laba atas investasi
Jika Anda berencana membeli properti untuk invest, maka hasil sewa adalah penting , jika Anda berencana untuk menjualnya, Anda harus siap untuk pasar yang bergejolak dan dalam resesi ekonomi.

4. Lokasi, lokasi, lokasi
Bisa dibilang salah satu frase kata yang paling sering digunakan dalam bisnis pengembang properti. tapi itu benar-benar semua tentang lokasi. Bukan berarti Anda ingin membeli di lokasi yang sudah dianggap besar (kesalahan umum), sebaiknya Anda harus dapat melihat area transisi yang sedang berkembang cepat dan membeli paling awal ketika harganya masih murah, ketika ada kesempatan terbaik untuk membuat keuntungan yang bagus. Mencari daerah yang sedang tumbuh dan selidiki mana daerah yang sedang berkembang lain  atau daerah yang direncanakan akan dikembangkan.

5. Jangan membayar lebih dari harga yang semestinya
Riset pasar sangat penting untuk memastikan Anda membeli pada harga yang masuk akal, dalam bisnis pengembang properti  mengeluarkan lebih banyak uang ketika Anda membeli daripada ketika Anda menjual sehingga anda harus bernegosiasi keras untuk menawar harga yang di tawarkan penjual. Anda juga perlu waspada terhadap isu-isu struktural atau faktor eksternal lain seperti tetangga jahat yang bisa berdampak pada nilai properti. Tanpa terdengar pesimis, Anda perlu selalu mempertimbangkan skenario terburuk, jika Anda masih berpikir itu adalah investasi berharga mungkin saja benar.

6. Waktu adalah penting
Jangan pernah terburu-buru untuk membeli properti. Karena anda akan mudah terpedaya/tertipu oleh agen properti yang meyakinkan Anda akan kehilangan kesepakatan terbaik  yang pernah ada, jika Anda tidak membeli properti yang di tawarkannya segera. Tenang saja,  Anda harus menghabiskan cukup waktu untuk mengenal pasar dan kawasannya. Namun, ketika Anda telah menemukan properti yang cocok di lokasi yang tepat, segeralah beli dengan cepat. Semakin cepat Anda membelinya maka segera dapat mengubah properti sekitar yang lebih baik, karena semakin cepat selesai semakin cepat Anda mendapatkan laba atas investasi Anda.

7. Sesuaikan pembangunan properti Anda untuk pembeli Anda atau penyewa
sesuaikan pembangunan properti Anda dengan permintaan/kebutuhan konsumen di daerah tempat Anda membeli properti (ini kunci untuk keberhasilan rencana bisnis Anda). Bagaimana pangsa pasar dari properti yang anda jual/sewakan apakah para siswa/mahasiswa?, para karyawan? atau untuk para konsumen yang berkeluarga? Apakah layak menciptakan properti dengan spec yang sangat tinggi atau kah spec sederhana lebih cocok? Anda harus tetap memegang ketat keuangan Anda dan menyesuaikan dengan target pembeli atau penyewa terus menerus dalam pikiran anda sehingga nantinya akan bermuara pada pilihan membangun rumah tinggal, ruko, atau apartemen untuk di jual kembali, membangun rumah kost untuk para siswa, mahasiswa, dan pekerja, atau membangun rumah kontrakan untuk para penyewa yang berkeluarga. Pilihlah mana yang paling seuai dengan kebutuhan di daerah sekitar properti anda.

8. Pastikan Anda memiliki pembiayaan pembangunan properti yang cocok di lokasi
Menjadi pengembang properti membutuhkan uang yang banyak. Anda juga harus ingat bahwa sampai Anda menjual properti pertama Anda maka uang Anda akan teriikat pada investasi Anda,  tidak dapat berputar. Ini penting untuk memastikan apakah Anda memiliki keuangan cadangan yang Anda butuhkan.

9. Mencari sasaran properti selanjutnya
Pada saat properti anda sudah di pasarkan, dijual atau di sewakan, ada baiknya jika anda juga mulai mencari sasaran properti selanjutnya yang akan anda kembangkan, mulai melakukan riset daerah/kawasan berkembang yang mana lagi yang memiliki prosfek yang baik gunakan pula pengalaman pemeblian properti yang pertama dan bidiklah target tersebut lalu mulailah menjajaki negosiasi awal untuk pembelian,  dan ketika uang hasil penjualan/hasil sewa sudah terkumpul maka pembelian properti bisa di laksanakan untuk pengembangan properti anda selanjutnya.

10. Jangan cepat merasa puas
ketika anda baru berhasil mengembangkan properti pertama, maka segera beralih ke pengembangan kedua, lalu ke pengembangan ketiga, keempat, kelima dan seterusnya, janganlah cepat merasa puas, tetaplah melakukan pengembangan secara berkesinambungan dengan di sertai perbaikan-perbaikan, peningkatan-peningkatan, dan penyempurnaan-penyempurnaan dari setiap pengembangan yang di lakukan sehingga pengembangan properti yang anda miliki akan menjadi salah satu pengembangan properti yang terkemuka, dan memiliki brand imej yang baik dimata konsumen, sehingga properti anda akan selalu di minati dan di cari oleh pasar/konsumen.
tetaplah jeli melihat peluang yang ada, sebab jika anda sudah merasa puas dengan keberhasilan yang didapat, maka bisa jadi peluang emas yang lebih menguntungkan akan di ambil oleh pengembang lain. 

11. Jangan cepat merasa menyerah
Kebalikannya dari no.10 diatas, ketika anda belum berhasil mengembangkan properti pertama, lakukanlah intropeksi dan evaluasi atas kegagalan pertama anda, lakukan perbaikan rencana pengembangan anda, lalu segera beralih ke pengembangan kedua, dengan strategi yang lebih tepat, lebih hati-hati dan penuh perhitungan, jadilah seolah anda seorang pendekar/pesilat, ingatlah ketika anda hanya berniat memukul sebuah balok es yang terentang di atas dua penyangga, pukulan pertama anda tidak berhasil mematahkan balok es tersebut malahan tangan anda yang merasa sakit, janganlah lekas menyerah dan putus asa, itu hanyalah sebuah proses yang harus anda lalui untuk menjadikan anda lebih kuat. segera kerahkan seluruh kemampuan dan fokus dengan sungguh-sungguh pada titik yang hendak di pukul, serta bayangkan titik itu akan terbelah, dan dengan cara dan teknik yang benar lalu anda pukullah, maka anda akan terkejut jika balok es yang terentang itu bukan hanya terbelah dua tapi menjadi hancur berkeping-keping berikut dua penyangganya ikut-ikutan rusak dan jatuh.
demikian pula ketika anda gagal dalam pengembangan properti anda yang pertama, jangan langsung menyerah, lakukan lagi dengan lebih baik. percayalah jika anda tak kenal kata menyerah maka kesuksesan bisnis pengembangan properti anda akan dapat di raih dengan menyenangkan hati anda.

Demikian artikel pedoman mengenai Bagaimana menjadi pengembang properti. semoga bermanfaat buat anda dan juga saya.(Egi Masna)