KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SISTEM BORONGAN (part.1)


Pada Tulisan ini Kita akan mengulas mengenai “keuntungan dan kerugian sitem borongan” Umumnya ada 3 sistem pekerjaan yang di laksanakan oleh para pelaksana pekerjaan bangunan yakni : Sistem Harian, sistem borong kerja, dan sistem borong kerja dan material.anda dapat memilih sistem mana yang hendak anda pakai, yang setiap sistem tersebut diatas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing seperti yang di uraikan di bawah ini :
A. SISTEM HARIAN
yakni sistem pekerjaan oleh tukang bangunan yang di bayar upahnya secara harian
Keuntungannya : anda tidak terlalu di bebani untuk menyediakan budget proyek bangunan anda sekaligus, namun bisa bertahap/mencicil pekerjaan sesuai dana yang ada. sistem ini cocok bagi anda yang ingin membangun atau merenovasi bangunan namun ingin dilakukan secara bertahap sesuai dana yang ada karena budget dana untuk membangun yang anda miliki tidak memungkinkan membiayai pembangunan dikerjakan sekaligus sampai tuntas.sehingga apabila dana sementara yang ada siapkan sudah habis, maka pekerjaan bisa di hentikan sementara sampai anda memiliki dana lagi untuk melanjutkan pekerjaan bangunan anda tersebut.
Kerugiannya : 
  1. pekerjaan dengan sistem ini biasanya berjalan lambat apalagi jika hanya dikerjakan oleh 2 orang tukang saja, karena disamping tidak adanya terget penyelesaian proyek secara cepat, baik dari anda sendiri selaku pemilik proyek & penyandang dana karena menyadari dana anda yang terbatas maka anda pun tidak bisa menagetkan proyek anda selesai dalam waktu yang singkat, juga tidak ada target dari pihak pekerja/para tukang yang dibayar secara harian untuk menyelesai kan proyek dengan cepat karena tergantung supply material dan ketersediaan dana dari pemilik proyek untuk mengupah mereka. biasanya tukang pemborong lah yang memiliki target penyelesaian proyek secara cepat agar keuntungan yang didapatkannya lebih banyak.
  2. pekerjaan sering terhenti karena sistem pekerjaan secara harian sebenarnya lebih dapat menyebabkan pos pengeluaran untuk upah pekerja menjadi membengkak karena ada peluang bagi para pekerja harian "mengatur" tempo waktu pekerjaan dengan tujuan agar pekerjaan dan upah  hariannya diperolehnya lebih lama, apalagi jika anda selaku pemilik proyek kurang dalam melakukan pengawasan para pekerja dapat lebih leluasa mengatur tempo waktu pekerjaan agar lebih lama.

B. SISTEM BORONG PEKERJAAN
yakni pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh tukang pemborong dengan sistem di borongkan upah kerjanya saja,  biasanya dengan sistem perhitungan per meter persegi bangunan, ataupun per sub pekerjaan bangunan, misalkan borong pekerjaan pondasi dan dinding  saja, pekerjaan pasang keramik saja, dsb.
Keuntungannya : dengan system ini, pekerjaan biasanya akan selesai lebih cepat dibandingkan dengan system harian, karena dengan lebih cepat selesainya pekerjaan maka si tukang pemborong dapat memperoleh penghasilan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan apabila pekerjaannnya lambat atau ”molor” maka si tukang pemborong bisa “tekor” untuk membayar upah rekan-rekan timnya sesama tukang. Oleh sebab itu si tukang pemborong akan bekerja ekstra dan mensupport penuh rekan-rekan tukang yang di kerahkannya agar lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya.
Kerugiannya :

  1. biasanya karena tempo pekerjaan yang ingin dipercepat oleh tukang pemborong untuk memperoleh keuntungan lebih, maka dia akan merekrut anggota tim kerjanya para tukang dengan karakteristik tukang yang bisa kerja cepat, walaupun kualitas pekerjaannya belum terlalu rapih.dan sering kali tukang yang di kerahkan adalah “setengah tukang” yakni para kenek bangunan yang sudah bisa mengerjakan pekerjaan para tukang namun belum sebaik tukang bangunan sebenarnya. Karena upah setengah tukang lebih murah dan si tukang pembororng bisa memperoleh keuntungan lebih.  Sehingga yang terjadi nantinya proyek memang cepat selesai namun hasil pekerjaannya terkesan asal cepat selesai artinya kurang rapih dan banyak kesalahan kerja yang terlihat pada hasil pekerjaannya.
  2. Dengan orientasi mempercepat selesainya pekerjaan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar maka si tukang pemborong cenderung mengabaikan atau melewati beberapa tahapan teknis yang cukup penting dalam pembangunannya, dia cenderung memilih hal-hal yang praktis dan sederhana guna memepercepat selesainya pekerjaan. Akan berbahaya apabila masalah struktur beton dan pembesian juga di buat simple tanpa memperhitungkan mengenai ketentuan struktur bangunan yang layak dan berlaku.sehingga  Hal ini akan merugikan pemilik proyek dari segi keamanan bangunannya
  3. Jika kebetulan si tukang pemborong memiliki lebih dari 1 atau 2 proyek pekerjaan dan masih menerima order borong pekerjaan untuk proyek baru, biasanya dia akan mengalami kesulitan mendapatkan tukang-tukang dengan karateristik cepat lalu dia terpaksa merekrut tukang-tukang dengan karakteristek “tukang lambat” dan karena si tukang pemborong terbagi konsentrasi pekerjaan nya ke banyak proyeknya maka biasanya akan ada proyek-proyeknya yang kurang di perhatikan, dan pekerjaan di proyek tersebut menjadi “molor” jika sudah begini, si tukang pemborong akan mengalami “tekor” atau merugi, karena harus membayar upah lebih banyak dari pada estimasinya, jika sudah tidak sanggup membayar upah tukang-tukangnya biasanya dia akan meminta lagi tambahan dana dari pemilik proyek lebih dari kesepakatan semula, dan jika permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh pemilik proyek, biasanya si tukang pemborong akan menelantarkan proyeknya yang tekor tersebut. sehingga sang pemilik proyek menjadi pihak yang di rugikan pula.

ALAMAT & NO. KONTAK :

CV.EMPROS: Jl.Ciomas Harapan No.14, Rt 01 Rw07, Dampit, mekarjaya, ciomas, bogor, Jawa Barat 16110 Tlp/faxs: (0251) 8639018, HP: 0813 8911 3085(calls or SMS) EMAIL:empros.admin@empros.co.id GMAIL:emprospost@gmail.com , empros.co.id@gmail.com