expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PROYEK JADI LAMBAT/MOLOR (Bagian 3)

Klik disini
hanya berkisar 10% - 20% saja dari total jumlah tim pekerja proyek mungkin tak terlalu jadi soal/tidak terlalu berpengaruh terhadap kecepatan progress proyek namun jika berkurangnya signifikan misalnya diatas 40% tentu akan menyebabkan perlambatan tempo pekerjaan proyek. karena kontraktor umumnya sudah memiliki rencana pekerjaan mulai dari progress 0% hingga progress 100%(finish), biasanya angka pengurangan tak terduga dari jumlah pekerja yang sudah di antisipasi adalah 10% s/d 20% dari jumlah total seluruh tim pekerja proyek.jadi jika pengurangannya melampau lebih 40% keatas di jamin kontraktor juga bakal kelimpungan mengatasinya.
Apa yang menyebabkan berkurangnya tenaga pekerja bangunan secara signifikan? silahkan nanti di baca disini>>>

5. STOK MATERIAL/BAHAN BANGUNAN DI PROYEK KOSONG

yang tak kalah pentingnya dari berkurangnya pekerja proyek secara signifikan yang menyebabkan proyek jadi lambat/molor adalah kelangkaan atau juga keterlambatan suply / pengiriman bahan bangunan yang di butuhkan oleh proyek, bisa saya umpamakan jika Dana=darahnya proyek, dan pekerja proyek=tulang punggung proyek, maka material/bahan bangunan adalah=Daging yang membungkus darah dan tulang yang menjadikan tubuh(proyek).
maka tidak mungkin proyek akan berjalan lancar jika tidak tersediaan material/bahan-banah bangunan yang di butuhkan para pekerja proyek. jika ada keterlambatan pasokan material/ bahan bangunan maka kontraktor merana, para pekerja proyek bekerja sangat kurang efektif karena banyak menganggur, atau hanya mengerjakan pekerjaaan yang kurang penting, sehingga otomatis proyek akan terhambat.
Adapun hal-hal yang menyebabkan ketiadaan material di proyek antara lain:
a.       Kelangkaan material/ bahan bangunan yang bisa saja di sebabkan karena stok produksi di pabrik-pabrik memang sedang kosong/belum produksi lagi sehingga toko-toko material kehabisan stok tidak bisa mensuply ke proyek
b.      Keterlambatan/kelalaian kontraktor dalam membayar kewajiban/hutangnya kepada toko-toko/suplier material yang mensuply kebutuhan proyeknya, sehingga para suplier maupun para pemilik toko menahan untuk tidak mengirimkan D.O. /P.O. dari kontraktor untuk sementara sampai kontraktor melunasi kewajiban pembayarannya.
c.       Keterlambatan pengiriman yang di sebabkan terganggunya jalur transportasi yang dilalui kendaraan-kendaraan pensuplay material ke proyek misalnya
  • ·         adanya kemacetan parah yang tidak biasa di jalan-jalan yang biasa dilalui untuk pengiriman material, adanya bencana alam yang menyebabkan terputusnya jalan raya yang menghubungkan antara suplier ke proyek misalnya jalan longsor, banjir, dsb,
  • ·         adanya proyek perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya yang menghambat lalulintas
  • ·         ada nya demostrasi/pengerahan massa besar-besaran yang memblokir jalan yang di lalui untuk pengirman barang
  • ·         pengalih fungsian sementara jalan yang merupakan jalur pengiriman barang untuk kegiatan-kegiatan umum misalnya menjadi jalur parade, menjadi pasar tumpah, dsb.
  • ·         adanya gangguan keamanan seperti teror, kerusuhan, anarkisme di kawasan tersebut, sehingga para pemilik toko dan suplier menahan pengiriman sementara ke proyek-proyek
d. kesulitan mencari stok bahan bangunan yang langka yang merupakan selera pribadi dari pemilik proyek yang tidak tersedia secara umum. Misalnya pemilik proyek atau klien meminta kepada kontraktor agar memasang jenis keramik yang sudah tidak ada lagi dipasaran lokal / nasional atau karena tidak ada lagi pabrik-pabrik yang memproduksinya. Hal ini akan jadi penyebab molornya proyek yang di kerjakan kontraktor dan mungkin tidak akan ada solusinya jika pemilik proyek bersikeras/ngotot tetap menginginkan material yang sudah tidak ada yang memproduksi atau sudah tidak ada lagi di pasaran. Terkecuali pemilik proyek mau mengalah dengan memperbolehkan kontraktornya menggunakan material lain yang mirip/sejenis yang masih ada di pasaran.

6. PASOKAN ALIRAN AIR DAN LISTRIK YANG TERHENTI

Tersedianya Air dan dan listrik mutlak diperlukan untuk melaksanakan sebuah proyek. Bagaimana tidak?, nyaris 90% pekerjaan-pekerjaan proyek yang membutuhkan air dan listrik seperti:
  1. Pekerjaan pasangan pondasi batu belah memerlukan bahan utama: batu belah, semen, pasir pasang, dan air
  2. Pekerjaan pengecoran beton memerlukan : bekisting, besi, batu split, semen, pasir cor, dan air yang lumayan banyak
  3. Pekerjaan pasangan dinding  memerlukan bahan utama: batu bata/batako/bata ringan(hebel), semen, pasir pasang, dan air
  4. Pekerjaan acian semen memerlukan bahan utama: semen, dan air
  5. Pekerjaan pasang keramik membutuhkan bahan utama: keramik, pasir pasang, semen, dan air, sedangkan listrik di butuhkan untuk menyalakan mesin-mesin pemotong keramik
  6. Pekerjaan pasang rangka atap baja ringan membutuhkan bahan utama: kaso dan reng baja ringan, baut rifet, sedangkan listrik di butuhkan untuk menyalakan mesin-mesin bor dan pemasang baut rifet.
  7. Pekerjaan pasang atap genteng membutuhkan bahan utama: genteng sedangkan listrik di butuhkan untuk menyalakan mesin-mesin pemotong keramik untuk memotong genteng supaya rapih
  8. Listrik utamanya di butuhkan untuk penerangan lampu di proyek, menyalakan mesin-mesin kerja, menyalakan alat-alat minum seperti dispsenzer, menyalakan magicom untuk memasak nasi bagi para pekerja. dan utamanya listrik di pergunakan untuk menyalakan mesin pompa air jika sumber air diproyek hanya mengandalkan dari sumur. Bersambung>>>>>