expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PROYEK JADI LAMBAT/MOLOR (Bagian 2)

3. KETERLAMBATAN SUPLY DANA ATAU TERMIN PEMBAYARAN OLEH KLIEN/PEMILIK PROYEK

seperti kita ketahui bahwa "darah" dari proyek adalah aliran dana yang cukup dan lancar, jadi proyek yang kekurangan dana bisa diibaratkan seperti "tubuh yang kekurangan darah" proyek akan berjalan lambat seperti tanpa tenaga, sehingga proyek akan malampaui batas waktu yang sudah direncanakan.
pendanaan proyek itu utamanya adalah dialokasikan untuk:

✔ membeli material/bahan bangunan
✔ membayar upah pekerja bangunan
✔ membiayai operasional perusahaannya berkaitan dengan proyek yang sedang di tangani.
seringkali pemilik proyek yakni klien yang mempercayakan pelaksanaan proyek bangunannya kepada kontraktor yang dipilihnya lebih sering cenderung menyalahkan keterlambatan progres pekerjaan oleh tim dari sang kontraktor, padahal banyak kasus keterlambatan progres proyek oleh kontraktor di sebabkan oleh keterlambatan suplay dana atau sang klien lalai dalam melakukan pembayaran termin pendanaan proyek kepada kontraktornya dengan dalih: sibuk, lupa, atau memang sengaja "menahan" aliran dana yang seharusnya sudah jatuh termin dengan alasan karena kurang percaya jika kontraktor yang di tunjuknya dapat meneyelesaikan pekerjaaan hingga tuntas dan tepat waktu, sehingga hal yang terjadi jika kontraktor tersebut tidak memiliki cadangan dana/back up dana diperusahannya maka ia akan berusaha agar progres tetap berjalan sesuai perencanaan. kemungkinan besar si kontraktor akan melakukan upaya sbb:

✔ kontraktor akan mencari pinjaman dana diluar untuk menalangi dana yang di butuhkan sang
✔ si Kontraktor akan mencari utangan material/bahan bangunan.
✔ jika sudah berupaya melakukan point 1 dan 2 diatas namun juga belum ada solusi dan "keajaiban"  maka kontraktor biasanya akan  "angkat tangan" dan kemungkinan akan membatalkan kontrak di tengah jalana lias "kabur".
Sebagai kontraktor yang baik dan profesional tentunya kemungkinan point no. 3 diatas diupayakan jangan sampai terjadi, karena itu sama halnya menghancurkan reputasi dan nama baik si kontraktor itu sendiri, sebab jika hal itu sampai dilakukan, menurut saya yang juga sebagai kontraktor maka sama saja seperti "menutup pintu rejeki sendiri". seorang kontraktor wajib menjaga amanat dan kepercayaan dan juga wajib menyelesaikan kontrak dengan klien-kliennya.
syukurlah... dari sejak tahun 2008 s/d sekarang EMPROS belum pernah "angkat tangan dan kabur" dari kontrak perjanjian. karena saya sangat menyadari disitulah kunci peranan seorang kontraktor ialah sebagai penanggung jawab pelaksanaan proyek kepada pemilik proyek/klien yang telah mempercayakan proyeknya.

tentunya point 1 dan 2 hal di sebutkan diatas tersebut bukan  semudah seperti membalikkan telapak tangan, kadang harus mengorbankan waktu, korban perasaan, dan sudah pasti, fokus sang kontraktor terhadap proses pekerjaan di proyeknya sedikit maupun banyak akan terganggu, dan hal in pun akan mempengaruhi kecepatan kerja di proyek. syukur-syukur si kontraktor berhasil memperoleh dana talangan untuk melanjutkan proyek yang terhambat karena "kelalain" dari sang pemilik proyek yakni klien dari sang kontraktor.

sekali lagi pengalaman kami pun membuktikan, mana-mana proyek yang suply dananya lambat/terganggu bila di bandingkan dengan mana-mana proyek yang suply aliran "darah"/dananya lancar, progress tercepat adalah diproyek yang suply dananya lancar dan mencukupi.bahkan ada proyek kami yang selesai 1 bulan lebih cepat dari deadline kontrak.dan kami pernah merasakan manisnya di beri apresiasi dan penghargaan yang sangat membanggakan dari pemilik proyek atas prestasi kami, hal-hal seperti reward, rekreasi gratis untuk 1 tim+ keluarga-keluarganya , dan bonus, serta minimalnya senyum kepuasan dari klien (walapun tak harus), adalah merupakan berkat yang tak terhingga yang membahagakan kami disamping kebahagiaan telah menyelesaikan proyek dengan baik. sehingga memicu kami untuk dapat bekerja lebih baik lagi di proyek-proyek mendatang.

4. BERKURANGNYA TENAGA PEKERJA BANGUNAN SECARA SIGNIFIKAN

Pengurangan tenaga buruh bangunan di proyek adalah merupakan hal yang wajar jika pertimbangan nya merujuk kepada rencana kerja proyek secara keseluruhan yang di susun oleh kontraktor pelaksana proyek, karena jumlah tenaga buruh bangunan yang di kerahkan untuk melaksanakan pekerjaan langsung di lapangan memang tidak tetap/tidak statis namun di sesuaikan dengan:

✔ jumlah volume pekerjaan, 
✔ tingkat kesulitan pekerjaan, 
✔ tempo progress proyek didalam mengejar target
Jika progres proyek masih dibawah10% dan jika proyek sudah mencapai 70% s/d 80 % biasanya kontraktor masih menggunakan "tim inti" yang merupakan pekerja proyek yang senior-senior, di perusahaannya, namun jika tingkat progress sudah mencapai antara diatas 10% sampai dengan 70atau 80% biasanya kontraktor mengerahkan Tim tambahan yang jumlahnya bisa 1 s/d 3 x lipat dari jumlah tim intinya karena guna mengimbangi jumlah volume kerja, tingkat kesulitan dan tempo progerss pekerjaan di dalam mengejar target deadline proyek.
berkurangnya tenaga pekerja proyek jika.... bersambung>>>