expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PROYEK JADI LAMBAT/MOLOR

seringkali kami mendengar keluhan-keluhan dari klien-klien kami, bahwa sebelum bertemu dengan kami, proyek bangunan miliknya pernah di kerjakan pemborong ataupun kontrakor sebelum kami, danhasilnya pekerjaan mereka sangat lambat, molor, tidak bagus, dan  keluhan lainnya. penilaian-penilaian dan justifikasi itu dilihat dari kacamata klien /pemilik proyek/konsumen, bahwa keterlambatan pekerjaan proyek adalah rata-rata memang bentuk dari ketidak profesionalan dari kontraktor-kontraktor yang di keluhkan  oleh para klien tersebut.

sebagai seorang yang berprofesi sebagai kontraktor.. disatu sisi merasa senang bahwa ada klien "pindahan" yang tadinya adalah klien kontraktor lain lalu menjadi klien kita, karena merasa kurang puas/kecewa dengan pelayanan yang di berikan kontraktor sebelumnya.namun disi lain rasa solidaritas sebagai sesama kontraktor, membuat kami mencoba mereview berdasarkan beberapa pengalaman yang pernah di alami maupun mencoba mencari faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan proyek, sehingga pemilik proyek/klien tidak menjudge kontraktor yang dianggap "lambat". tulisan ini bukan sebagi bentuk pembelaan terhadap kontraktor yang menjadi "tersangka" tapi  tujuan tuisan ini  mungkin bisa berguna sebagai bahan pembelajaran khususnya bagi kami, dan umumnya bagi pemirsa.
berikut ini kami rangkum beberpa faktor yang menyebabkan proyek jadi lambat/molor:


1. KONDISI CUACA YANG TIDAK BERSAHABAT

Cuaca adalah slah satu faktor penting yang menentukan kelancaran proyek, pada musim hujan progres kecepatan kerja proyek cenderung lebih lambat bila di bandingkan pada saat cuaca cerah karena para pekerja umumnya akan segera menghentikan pekerjaannya sementara dan menunggu hujan berhenti. dengan alasan:


✔ takut terggangu kesehatan, takut sakit, meriang, influenza, masuk angin, dan. sebagainya. yang jika hal itu terjadi maka pihak kontraktor pun yang akan rugi dari segi waktu karena banyak pegawai yang tidak masuk kerja dikarenakan sakit.
✔ hasil pekerjaan  seperti coran beton yang masih basah, plesteran, dan acian akan rusak oleh kucuran air hujan.

maka para mandor proyek pun tidak dapat memaksa para pekerja tetap bekerja. sedangkan apabila cuaca cerah para pekerja tidak ada alasan untuk berhenti kerja semmentara kecuali jika cuca sangat panas dan kering. itu pun sebaiknya menjadi pertimbangan pemimpin proyek untuk memberikan sedikit keringanan pekerjaan bagi pekerja yang bekerja di luar atap.namun para pekerja proyek umumnya sudah terbiasa dan terlatih bekerja di bawah terik panas matahari, namun sangat jarang kami temukan pekerja proyek/tukangbangunan yang tetap bertahan bekerja di bawah curahan air hujan.


2. PARA PEKERJA PROYEK YANG JATUH SAKIT/ MENGALAMI KECELAKAAN

Untung tak dapat di duga, malang tak dapat di hindari, jika bicara tentang hal yang satu ini, pastinya akan "angkat tangan" sebab siapa manusia di bumi yang tak pernah sakit selain fir'aun? dan pekerja bangunan yang tiba-tiba sakit tak bisa dianggap lalai ataupun kurang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. bahkan pemimpin proyek hingga mandor proyek pun tidak akan kuasa menolak penyakit. karena penyakit seperti hal nya kematian bukan sesuatu hal yang dapat ditolak tapi mungkin hanya bisa di cegah atau di hindari hal-hal yang dapat menyebabkan pekerja jatuh sakit.
begitu juga mengenai kecelakaan, suatu hal yang tak dapat di tolak hanya bisa di cegah dan di hindari.


✔ pekerja jatuh sakit akaibat kelelahan, asupan gizi kurang, metabolisme tubuh yang menurun.
keluarga: orang tua, anak, istri, saudara dekat yang jatuh sakit. sehingga sang pekerja harus merawat keluarganya yang sakit dan terpaksa tidak masuk kerja seperti biasa.
✔ pekerja mengalami kecelakaan kerja di lokasi proyek, yang di sebabkan kelalaiannya sendiri, ataupun karena kelalaian rekan sekerja, dan kelalaian mandor dan kontraktornya yang tidak menyediakan alat-alat keamanan kerja(safety).
✔ Pekerja mengalami kecelakaan di luar tempat kerja/ proyek seperti misalnya mengalami kecelakaan di rumah, kecelakaan lalulintas di perjalanan saat menuju atau pulang dariproyek, dan kecelakaan di tempat lain oleh sebab yang lain.

beberapa pengalaman saya, malah lebih membuat saya menyadari akan hal itu, para pekerja proyek kami sudah di berikan pengarahan dan perlengkapan keselamatan kerja agar terhindar dari kecelakaan kerja, namun masih ada saja yang mengalami kecelakan kerja walaupun kecil. atau dalam kasus pengalaman kami yang lainnya misalnya, para pekerja di proyek sudah safety, namun ketika mereka pulang kerja kerumahnya masing-masing di tengah perjalanan ada yang mengalami kecelakaan lalulintas, jadi... perihal sakit maupun kecelakaan yang menimpa pekerja adalah hal yang memang tak dapat di tolak tapi kita hanya bisa mengusahaakan agar peluang terjadinya jatuh sakit ataupun kecelakaan kerja yang dialami para pekerja proyek dapat di minimalisir.   BERSAMBUNG>>>